top of page

current paintings

Herri Soedjarwanto:
Ibu di Atas Loteng

September-October 2014

 

Seorang Ibu luar biasa yang telah mengantarkan 10 orang anak-anaknya meraih sukses.. Ibunda yang membawa pesan damai dan kedamaian.

 

KEKUATAN REALISME
Salah satu kekuatan dan kelebihan yang dimiliki oleh seni lukis realisme adalah kemampuannya dalam merekam dan membangun sejarah, membangkitkan kenangan / memori indah, yang kemudian menginspirasi , memicu semangat dan energy positif untuk melangkah kedepan.

 

Setidaknya (mungkin) spirit seperti itulah yang ingin dibangun, dihidupkan dan abadikan oleh pemesan lukisan ini.

 

 

Apalagi jika mengingat bahwa yang memesan itu adalah seorang anak (meskipun boss) yang ingin berbakti, ingin memuliakan Ibunda tercintanya yang telah tiada, yang telah banyak berjasa tanpa pamrih… maka nuansa getaran spiritual itu menjadi semakin terasa…

 

“Pak Herri… Ibu saya ini sangat menyayangi anak2nya yang berjumlah 10 orang tanpa pilih kasih… Ibu sangat jarang terlihat marah.., Ibu selalu mendengarkan anak-anaknya dengan sangat penuh perhatian … Baik itu berita kegembiraan ataupun segala keluhan anak-anaknya”.begitu penjelasan beliau tentang sosok Ibunda luar biasa yang telah mengantarkan anak-anaknya meraih sukses di berbagai bidang.

 

Sebelumnya, dulu, beliau pernah pesan lukisan pada saya, dan pernah saya tayangkan di situs ini juga. ( “Lukisan yang terlahir melalui peristiwa kebakaran” klik link dibawah ini untuk lihat / baca kisah “aneh”nya)
http://herri-solo.blogspot.com/2013/09/lukisan-yang-memang-harus-lahir-lukisan.html

 

Kali ini beliau order lukisan lagi… dan masih ada kaitannya dengan peristiwa kebakaran itu.. Yaa..Ibu itu berdiri diatas loteng rumah yang baru selesai direstorasi kembali seperti bentuk asalnya, setelah mengalami kebakaran”.

 

INILAH REALISME
Lukisan ini unik, menarik dan istimewa. Betapa tidak …selain komposisi yang unik dan tak lazim.. baru kali ini saya bertemu seorang boss yang pesan lukisan tentang Ibunya dalam keadaan keseharian yang apa adanya .. sungguh tak lazim. Biasanya orang memilih foto yang (secara selera umum) “bagus” dan anggun berwibawa .. misalnya dalam pakaian atau riasan asesoris mewah, pakaian adat kebesaran dan sebagainya seperti layaknya lukisan potret bangsawan Eropa dsb. Tapi ini malah santai , hanya pakai daster yang sangat sederhana…

 

Ternyata.. rupanya beliau lebih memilih mengabadikan nilai-nilai historis memories inspiratif tentang Ibundanya yang lebih hidup di dalam pikiran , suasana jiwa dan batinnya, ketimbang embel-embel lahiriahnya. Beliau menginginkan Ibundanya hadir apa adanya seperti keadaannya dalam kehidupan sehari-hari, yang sudah diakrabinya sejak kecil.. tanpa polesan pencitraan...

 

Ini sebuah kejujuran ..Ini istimewa... ini esensi realisme... Ini pula yang menyebabkan saya bergairah menggarap lukisan itu, meskipun sadar lukisan ini akan memakan waktu yang lama, mengingat komposisi uniknya yang membuat semua sudut di dalam lukisan itu, harus digarap dengan serius dan mendetail…


(.mau lanjut baca tuntas ?? silahkan klik http://herri-solo.blogspot,com )

 

Herri Soedjarwanto:
Lukisan Wajah...

Mei - 2014...koleksi Kerajaan Negeri Kedah Malaysia

Di sini saya sedang memegangi lukisan yang hampir jadi (tinggal finishing touch)... Ini adalah cara saya yang paling simpel untuk mengecek apakah lukisannya sudah "hidup"..? atau bahasa teknisnya : apakah tone, warna, dan atmosfirnya sudah tepat alamiah.?... Sekaligus juga, ini adalah cara saya memberi tahu pihak pemesan (dan pemirsa pada umumnya) bahwa lukisannya sudah terlihat seperti "orang" tidak cuma sekedar seperti "foto" ...

 

Artinya lukisannya menjadi jauh lebih bagus, lebih hidup dan lebih indah,..jauh melampaui foto contoh/acuannya.

© 2023 by Mission Gallery. Proudly created with Wix.com 

500 Terry Francois St. San Francisco, CA 94158

  • Facebook Clean
  • Twitter Clean
bottom of page